Tuesday, October 16, 2012

Single Mother Double Fighter

Menghadapi rentetan pertanyaan serta celetukan yang dilontarkan Dinda saja sudah cukup membuat saya kelimpungan. Ada pertanyaan-pertanyaan yang polos namun sukses membuat tantenya ini terperangah. Kadang takjub sendiri dengan pemikiran bocah berusia 5 tahun itu. Dia belajar dari mana coba?
Bersama Dinda, keponakan saya
Lantas, bagaimana jika nanti saya memiliki anak se-cerewet Dinda? Membayangkan bundanya yang harus menghadapi si kecil setiap hari saja sudah membuat saya ber-WOW-ria. Ya, para ibu itu memang hebat! Lalu, bagaimana pula dengan para ibu yang harus mengurus anaknya sendirian tanpa peran serta ayah di sisi buah hati mereka? Pasti perjuangannya lebih berlipat-lipat.

Buku Single Mother Double Fighter (SMDF) inilah jawabannya.

Buku yang berisi kumpulan kisah nyata penulis bersama putrinya, Salwa, ini bercerita tentang hari-hari yang dijalani Skylashtar Maryam sebagai seorang Single Mother dalam menghadapi tingkah Salwa. Kisah-kisah setipe dikategorikan dalam satu bab hingga tercipta 15 bab seperti cerita-cerita sedih, putri malu, dan religious story. Pengkategorian ini membuat susunan isi bukunya jadi tampak rapi.

Pada halaman awal SMDF, pembaca akan disuguhkan biografi singkat penulis tentang kehidupan pernikahannya yang ternyata harus berujung pada perceraian serta keinginan penulis untuk berbagi cerita seputar apa saja yang terjadi selama ia menjadi single mom. Pembuka ini sangat baik sebagai pendekatan awal antara penulis dengan pembaca.

Eits, jangan terlalu serius ketika membaca SMDF. Setiap kisah yang disampaikan dalam buku ini menggunakan gaya bahasa santai bahkan penuh nuansa komedi. Bahasa Salwa yang santun, nyunda, dan kadang sok tua juga menambah bumbu gokil dalam buku ini (Hmm.. apakah genre buku ini kemudian menjadi gokil-parenting? heee...). Simak deh percakapan berikut:

Salwa: Malaikat itu bentuknya kayak gimana sih?
Gue: Enggak tahu. Enggak pernah lihat *emang bener kok. Gue nggak pernah lihat malaikat.
Salwa: Ada sayapnya, kan?
Gue: Setahu Bunda sih ada.
Salwa: Katanya, enggak pernah lihat, kok tahu?
Gue: .... *I don't know how to answer

Entah karena Salwa yang benar-benar polos dan menggemaskan atau bundanya yang pintar menangkap momen, yang pasti, setiap percakapan yang terjalin bukan hanya bikin senyum-senyum geje tapi melahirkna pemahaman baru bahwa para orangtua bukan hanya harus memenuhi kebutuhan hidup sang anak, tetapi juga memberikan pembelajaran yang berarti kepada buah hati mereka. Dan hal tersebut dapat terjalin dalam percakapan sehari-hari antara orangtua dan anak.

Buku ini memang bukan sebuah buku panduan parenting bagi para single parent, hanya berupa luapan perasaan seorang ibu dalam bentuk tulisan. Hanya, ada baiknya juga jika penulis menyertakan tips corner atau apalah namanya untuk merangkum hal-hal yang dibutuhkan seorang orangtua untuk menghadapi buah hatinya. Mengingat pesan-pesan yang disampaikan dalam buku ini hanya tertulis dalam narasi sang penulis. Misalnya seperti ini:

"Sebagai orangtua tunggal yang berperan sebagai ibu sekaligus bapak, gue harus bekerja lebih keras dari ibu manapun." -hal. 60

Oya, font di kaver depannya cukup sulit dibaca. Membuat saya kesulitan mencari SMDF di toko buku hingga harus mengerahkan dua orang karyawan toko untuk bantu mencarikannya ^^a

Terakhir, buku ini ditutup dengan sangat manis oleh puisi yang dibuat Sang Penulis untuk putri tercintanya.

dan jika suatu saat wajahku benar-benar
sebuah gambar buram dalam foto lama yang senantiasa kau simpan
di bawah bantal, lalu jemarimu mengusap
senyumku yang berjelujur,
barangkali kau akan ingat bahwa rahimku
telah menuntaskan tugasku atasmu.

[Skylashtar Maryam]


Judul | Single Mother Double Fighter
Penulis | Skylashtar Maryam
Penerbit | Gradien Mediatama
Terbit | Februari 2012
Tebal | 208 hlm.
ISBN | 978-602-208-048-0

“RESENSI INI DIIKUTSERTAKAN DALAM LOMBA RESENSI BUKU SMDF”
*tapi saya telat ngirim link-nya ke fanpage SMDF euy. 
keknya mah kena diskualifikasi ini yah ^^a 

13 comments:

  1. Wow, terima kasih ya sudah mereview buku saya. Terima kasih juga atas saran dan kritik. Ditunggu, SMDF seri 2 :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, mantap, udah mau buat seri dua aja. semoga sukses yaa teh ^^b

      Delete
    2. Mba @skylashtar, saya yona dari metro tv. Jika saya ingin mengundang mba ke talk show kami, bisakah? kemana kah saya bisa menghubungi? terima kasih :)

      Delete
  2. oooh, blog ini punya mbak akuaisemangka (bener gak nulisnya?) itu ya?
    o_O

    salam kenal.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa benaaaar. hoho.

      loh, ini annisa siapa yaa? ^^a
      salam kenal kembali...

      Delete
    2. hehehe...
      mungkin kenal dengan nama2 ini: faraziyya, sama mutsaqqif..

      suka liat mentionan mbak ziy sm heru ke nama itu.. :))

      aku juga dulu punya multiply, tp krn sesuatu hal kurang aktif di sana~

      Delete
    3. oh, iya, mereka teman2 di blog multiply.
      wah, annisa anak STAN berarti yaa? ^^a
      id twitternya apa?

      makasih udah berkunjung. sering2 aja yaa. #eh

      Delete
    4. yap, benar sekali. :D

      twitterku: @amzahro mbak, monggo di-follow... #lah?

      iyap, insyaAllah sering berkunjung, udah follow via GFC kok, hihi..

      Delete
  3. Replies
    1. tapi judulnya agak sulit dibaca, mba. :D

      Delete
  4. Replies
    1. ilustrasinya emang dapet banget yaa mba ^^

      Delete

Terima kasih untuk tidak meninggalkan pesan berbau SARA dan spam di sini ^^v