Sunday, October 13, 2013

Mengapa Allah Mensyariatkan Pernikahan?


Baiklah. Dua hari kemarin saya nggak bikin resensi untuk projek #31HariBerbagiBacaan. Seperti yang pernah saya sampaikan sebelumnya, saya nggak mau memaksakan diri menulis resensi setiap hari jika memang tak memungkinkan. Free time yang saya punya belakangan ini hampir selalu menjelang tengah malam. Dan kalau sudah capek berat, kadang saya memilih langsung tidur saja. Heeu.

Kemudian saya bingung mau meresensi buku apa. Berhubung bulan ini buku yang baru saya baca belum ada yang tuntas, jadilah saya memilih untuk mengulas buku-buku yang pernah dibaca. Dengan waktu yang terbatas, saya butuh buku yang dengan cepat bisa saya gambarkan isinya. Dan terpilihlah buku ini: Pengantin Islam #uhuk XD

Pengantin Islam -kalau tak salah ingat- telah saya baca di tahun 2011. Saya meminjamnya dari Rumah Baca Cahaya milik Yayasan Cahaya Muslimah -tapi sampai sekarang belum saya kembalikan, duh!- Buku ini tergolong buku lama, diterbitkan tahun 1990. Penerbitnya sendiri bukan penerbit populer. Dilihat dari temanya, buku yang memiliki judul lengkap "Pengantin Islam: Adab Meminang dan Walimah Menurut Al Quran dan Al Sunnah" ini mungkin akan tampak seperti buku-buku pernikahan kebanyakan. Namun, entah kenapa saya merasa ada kesan tersendiri selepas membaca buku ini. Maka, sayapun akhirnya menemukan buku ini diterbitkan ulang oleh Al Ilthisom dengan cover yang lebih segar.

Buku Pengantin Islam merangkum penjelasan tentang pernikahan ke dalam 11 bab, mulai dari pendahuluan, kriteria memilih jodoh, adab meminang, akad nikah,  walimah, hingga ulasan tentang berbagai problematika dalam berumah tangga. Yang paling berkesan bagi saya adalah bab kedua: Mengapa Allah Mensyariatkan Pernikahan? Penulis seolah ingin memberikan pemahaman dasar terlebih dahulu mengapa seseorang harus menikah, sebelum berbicara hal-hal teknis tentang adab-adab seputar pernikahan.

Berikut saya rangkum hikmah pernikahan sehingga Allah mensyariatkannya:
  1. Menjaga eksistensi manusia
  2. Menjaga nasab
  3. Menyelamatkan masyarakat dari dekadensi moral
  4. Kerja sama suami-isri dalam membentuk usrah (keluarga)
  5. Menyelamatkan masyarakat dari penyakit menular seksual
  6. Ketenangan ruhani dan jiwa
  7. Membangkitkan rasa keibuan dan kebapakan
Bab "Tidak Ada Kerahiban Dalam Islam" pun turut melengkapi bab sebelumnya. Bahwa rahbaniyah (kerahiban, membujang) dapat menimbulkan bahaya bukan hanya untuk kesehatan jasmani, tapi juga menyentuh sisi-sisi moral, psikologi, bahkan sosial dan ekonomi. Semua dijelaskan dengan singkat dan lugas.
Sekadar informasi, penulisnya adalah DR 'Abdullah Nashih 'Ulwan, yang terkenal dengan buku Tarbiyatul Aulad dan Tarbiyah Ruhiyah yang dikarangnya. Dan saya baru menyadarinya tadi. Heeu. Dulu sewaktu membaca buku ini tidak terlalu fokus pada penulisnya sih #kebiasaan ^^a

Selamat menemukan jodoh, eh, maksudnya menemukan buku ini di toko-toko buku islam terdekat :P

***
Judul | Pengantin Islam
Penulis | DR. 'Abdullah Nashih 'Ulwan
Penerbit | al Ishlahy Press/ al Ilthisom (cetakan baru)
Tahun terbit | 1990
Tebal | 188 hlm
ISBN | -
Published with Blogger-droid v2.0.10

1 comment:

Terima kasih untuk tidak meninggalkan pesan berbau SARA dan spam di sini ^^v